Mengapa Qurban Darul Qurro Kenje Tahun Ini Semakin Dipercaya? 14 Ekor Sapi Dikelola dengan Semangat Gotong Royong

Pelaksanaan ibadah qurban 1447 Hijriah di Masjid Darul Qurro Kenje tahun ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap manajemen qurban Yayasan Wakaf Darul Qurro. Tahun ini, panitia mendapatkan amanah pengelolaan sebanyak 14 ekor sapi, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 9 ekor sapi dipusatkan di Masjid Darul Qurro Kenje, sementara 5 ekor lainnya dikelola dan disalurkan di beberapa titik luar wilayah utama kegiatan.

Peningkatan tersebut dinilai tidak terlepas dari pola pengelolaan yang semakin terbuka, tertata, dan melibatkan masyarakat secara langsung dalam seluruh proses pelaksanaan qurban.

Ketua Yayasan Wakaf Darul Qurro, Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I, menyampaikan bahwa semangat utama yang dibangun dalam pelaksanaan qurban tahun ini adalah amanah, keterbukaan manajemen, dan gotong royong masyarakat.

Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan tempat berqurban, tetapi juga membutuhkan rasa percaya bahwa amanah mereka benar-benar dikelola dengan baik, transparan, dan tepat sasaran.

“Kami berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan tata kelola yang terbuka dan melibatkan banyak unsur masyarakat dalam pelaksanaannya. Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang membangun keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan,” ujarnya.

Selain mengedepankan pelayanan, panitia juga berupaya menghadirkan sistem qurban yang lebih terjangkau sehingga masyarakat dari berbagai kalangan dapat ikut berpartisipasi. Pola kelompok donatur dan kerja kolektif masyarakat menjadi salah satu faktor yang memudahkan warga untuk ikut berqurban tanpa mengurangi nilai ibadah dan kualitas pelaksanaannya.

Di sisi lain, semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam seluruh rangkaian kegiatan. Mulai dari persiapan lokasi, pembelian hewan, proses penyembelihan, pemotongan daging, hingga distribusi kepada masyarakat dilakukan secara bersama-sama dengan suasana kekeluargaan.

Imam Masjid Darul Qurro sekaligus panitia pelaksana, H. Rahmat Abd. Rahman, M.Pd.I, menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat yang semakin besar menunjukkan tumbuhnya pemahaman tentang nilai keikhlasan dan manfaat sosial dari ibadah qurban.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias membantu. Banyak yang hadir bukan hanya karena ingin menerima manfaat qurban, tetapi karena ingin ikut mengambil bagian dalam amal dan pelayanan bersama. Ini menjadi tanda bahwa semangat keikhlasan dan kebersamaan masih sangat kuat di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan sistem kerja yang terstruktur mulai dari tim penjaringan peserta qurban dan pembelian hewan, tim penyembelihan, tim pemotongan besar dan kecil, tim penimbangan serta pembagian, hingga tim distribusi kepada masyarakat.

Melalui pola kerja yang terbuka dan berbasis kebersamaan tersebut, Masjid Darul Qurro Kenje tidak hanya melaksanakan ibadah qurban, tetapi juga menghadirkan ruang pendidikan sosial yang menguatkan nilai amanah, pelayanan, dan solidaritas masyarakat.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *