Enam Tahap Pengelolaan Qurban Darul Qurro Kenje: Dari Penjaringan hingga Distribusi

Pelaksanaan qurban 1447 H di Masjid Darul Qurro, Desa Kenje, dikelola secara terstruktur melalui enam tahapan kerja panitia. Tahun ini, Yayasan Wakaf Darul Qurro mendapatkan amanah 14 ekor sapi, terdiri atas 9 ekor sapi yang dipusatkan di Masjid Darul Qurro Kenje dan 5 ekor sapi lainnya dikelola di luar titik utama kegiatan.

Masjid Darul Qurro Kenje, di bawah naungan Yayasan Wakaf Darul Qurro, terus berupaya menjadi pusat ibadah, pembinaan keagamaan, dan pelayanan sosial masyarakat. Karena itu, pengelolaan qurban tidak hanya dilaksanakan sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai bentuk amanah umat yang harus dijalankan dengan tertib, terbuka, dan penuh semangat gotong royong.

Tahap pertama dimulai dari Tim Perumus, Penjaringan, dan Pembelian Qurban. Tim ini bertugas menyusun konsep pelaksanaan, membuka pendaftaran peserta, membentuk kelompok qurban, melakukan pendataan donatur, serta memastikan pembelian hewan sesuai kemampuan masyarakat dan memenuhi ketentuan syariat.

Tahap kedua adalah Tim Pemotongan. Tim ini bertanggung jawab pada proses penyembelihan hewan qurban agar berlangsung sesuai tuntunan agama, tertib, aman, dan tetap menjaga adab ibadah.

Tahap ketiga dilanjutkan oleh Tim Pemotongan Besar. Pada bagian ini, hewan yang telah disembelih diproses menjadi bagian-bagian utama agar lebih mudah ditangani oleh tim berikutnya.

Tahap keempat adalah Tim Pemotongan Kecil. Tim ini menyiapkan daging dalam ukuran yang lebih siap untuk ditimbang, dikemas, dan dibagikan kepada masyarakat.

Tahap kelima dilakukan oleh Tim Menimbang dan Membagi. Tim ini memastikan daging qurban dibagi secara terukur, adil, dan tertib sehingga amanah peserta qurban dapat tersampaikan dengan baik.

Tahap keenam adalah Tim Pendistribusian. Tim ini menyalurkan daging qurban kepada masyarakat, jamaah, dan penerima manfaat yang telah didata, dengan tetap menjaga ketertiban dan suasana kekeluargaan.

Imam Masjid Darul Qurro sekaligus panitia pelaksana, H. Rahmat Abd. Rahman, M.Pd.I, menyampaikan bahwa pembagian tahapan kerja tersebut menjadi kunci kelancaran qurban tahun ini. Sementara Ketua Yayasan Wakaf Darul Qurro, Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I, menegaskan bahwa pengelolaan qurban harus menjadi ruang pendidikan keikhlasan, keterbukaan manajemen, dan gotong royong masyarakat.

Melalui enam tahap ini, Darul Qurro Kenje berharap pelaksanaan qurban semakin tertata dari tahun ke tahun dan semakin luas memberi manfaat bagi masyarakat.

Bagi masyarakat yang ingin ikut berqurban tahun depan, Darul Qurro Kenje membuka ruang partisipasi sejak awal agar perencanaan, pembelian hewan, dan distribusi manfaat dapat dipersiapkan lebih baik. Mari berqurban bersama Darul Qurro, menguatkan ibadah, menebar manfaat, dan menjaga semangat gotong royong umat.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *