Setelah menyelesaikan Tawaf Ifadah, terutama bagi jemaah yang sudah melaksanakan lontar jumrah dan tahallul serta sedang menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia, fokus ibadah sebaiknya mulai bergeser dari ibadah yang menguras tenaga menuju ibadah yang lebih menenangkan, memperbanyak syukur, dan menjaga kesehatan. Apalagi setelah fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), kondisi fisik umumnya mengalami kelelahan yang cukup berat.
Beberapa amalan yang dapat dianjurkan kepada jemaah:
- Memperbanyak Shalat di Masjidil Haram
Satu kali shalat di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang sangat besar. Jika tenaga sudah berkurang, cukup menjaga shalat lima waktu berjamaah dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan. - Tawaf Sunnah Secukupnya
Bagi yang masih memiliki tenaga dan kondisi memungkinkan, tawaf sunnah dapat menjadi pilihan. Namun tidak perlu memaksakan diri mengingat kepadatan jamaah dan kondisi fisik yang sudah menurun. - Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Momen menjelang kepulangan sering kali menjadi waktu yang paling khusyuk untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. Banyak jemaah merasa lebih tenang membaca Al-Qur’an di pelataran Masjidil Haram dibanding melakukan aktivitas fisik yang berat. - Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa setelah menyelesaikan amal ibadah, seorang mukmin justru dianjurkan memperbanyak istighfar. Hal ini menjadi bentuk kerendahan hati karena tidak ada ibadah yang benar-benar sempurna.
Dzikir yang ringan: Istighfar, Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil dan Shalawat kepada Nabi ﷺ. - Berdoa untuk Kehidupan Setelah Haji
Banyak jemaah sibuk berdoa sebelum Armuzna, namun lupa berdoa setelah seluruh rangkaian hampir selesai. Padahal inilah saat yang tepat memohon: Haji yang mabrur, Keluarga yang saleh, Rezeki yang berkah, Kesehatan, Husnul khatimah dan Kemampuan untuk kembali ke Baitullah. - Muhasabah dan Menulis Catatan Haji
Ini ibadah yang sering terlupakan. Duduk sejenak di hotel atau di Masjidil Haram lalu merenungkan : Apa pelajaran terbesar selama haji?, Dosa apa yang ingin ditinggalkan?, Kebiasaan baik apa yang akan dibawa pulang? dan juga Siapa saja yang harus diperbaiki hubungannya setelah kembali ke tanah air?. - Menjaga Kesehatan sebagai Bagian dari Ibadah
Menjelang pulang, banyak jemaah justru jatuh sakit karena terlalu memaksakan diri. Istirahat yang cukup, minum yang cukup, menjaga pola makan, dan menghindari panas berlebihan termasuk bagian dari ikhtiar agar dapat menyelesaikan perjalanan dengan baik. - Memperbanyak Sedekah dan Membantu Sesama Jemaah
Bentuknya sederhana : Membantu lansia ke masjid, Membantu jemaah yang tersesat, Berbagi makanan, Membantu membawa barang, Memberikan informasi kepada jemaah lain, Sering kali nilai kemabruran lebih tampak dalam akhlak dan pelayanan kepada sesama dibanding banyaknya ibadah sunnah yang dilakukan. - Menyiapkan Diri untuk Tawaf Wada’
Bagi yang akan meninggalkan Makkah, sisakan tenaga dan kesehatan untuk melaksanakan Tawaf Wada’. Jangan sampai terlalu lelah sebelum waktu keberangkatan sehingga ibadah perpisahan dengan Baitullah menjadi berat dilakukan.
Pesan untuk Jemaah
Pada fase ini, jangan lagi mengejar kuantitas ibadah semata. Yang lebih penting adalah menjaga kualitas hati. Jika selama Armuzna kita diuji dengan kesabaran, maka menjelang pulang kita diuji dengan rasa syukur. Banyak orang mampu sampai di Arafah, tetapi tidak semua mampu menjaga nilai-nilai Arafah ketika kembali ke rumahnya.

Alhamdulillah puji syukur Kehadirat Allah Subhana Wa’taala sehingga semua rangkaian Ibadah haji sudah ditunaikan….semoga semua doa-doa yang sudah dilangitkan diijabah olehNya.,.dan semoga menjadi haji mabrur