Rawat Tradisi Mandar, Santri MDT Darul Qurro Sukses Laksanakan “Marrattassi Baca” dan Khitanan di Kenje

KENJE – Suasana khidmat dan penuh syukur menyelimuti wilayah Kenje pada hari Ahad, 14 Juni 2026. Salah satu santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Darul Qurro, Ahsan bin Abdul, sukses melangsungkan prosesi Khatam Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan acara khitan. Momen istimewa ini dirayakan melalui prosesi sakral adat setempat yang dikenal dengan sebutan Marrattassi Baca, sebuah pencapaian spiritual yang menandai tuntasnya pendidikan dasar membaca kitab suci bagi seorang anak.

Pelaksanaan Marrattassi Baca bukan sekadar selebrasi tamat mengaji, melainkan tradisi luhur kebanggaan masyarakat Mandar yang sarat akan nilai filosofis. Melalui prosesi ini, Ahsan membuktikan kefasihannya melantunkan ayat-ayat suci di hadapan keluarga dan tokoh masyarakat setempat. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari dedikasi serta bimbingan telaten dari tenaga pengajar MDT Darul Qurro, Ust. Achmad Fahri, S.Pd., yang secara intensif mengawal kualitas bacaan dan pemahaman ilmu tajwid sang santri hingga siap diuji secara adat.

Keterlibatan aktif institusi pendidikan dalam momen ini mengukuhkan posisi Darul Qurro sebagai garda terdepan penjaga tradisi Islami di Tanah Mandar. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qurro, Ust. Rahmat Rahman, M.Pd.I., menegaskan bahwa lembaga selalu mendukung penuh pelestarian budaya positif. “Marrattassi Baca yang disandingkan dengan khitan adalah simbol transisi anak laki-laki menuju kedewasaan yang berada dalam bingkai fitrah dan agama. Darul Qurro akan terus menjadi wadah yang mengharmoniskan pendidikan syariat dengan keluhuran budaya lokal,” ungkap beliau merespons acara tersebut.

Senada dengan hal itu, apresiasi mendalam juga datang dari Ketua Yayasan Darul Qurro, Ust. Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I. Beliau merasa bangga melihat generasi muda Mandar tetap memegang teguh warisan leluhur di tengah arus modernisasi yang masif. “Alhamdulillah, pencapaian Ananda Ahsan ini adalah wujud nyata keberhasilan pendidikan karakter kita. Kami di yayasan berkomitmen untuk terus mencetak generasi Qur’ani yang cerdas secara spiritual, sekaligus bangga merawat dan mencintai akar budayanya sendiri,” tutur Ustaz Abdillah dengan haru.

Kesuksesan perpaduan prosesi adat dan syiar keagamaan ini menjadi bukti konkret bahwa pendidikan berakar budaya mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia. Kami terus memantapkan langkah dan dedikasi untuk menjadi MDT terbaik yang memadukan keunggulan kurikulum keislaman komprehensif dengan pelestarian kearifan lokal. Percayakan pendidikan dasar Al-Qur’an dan pembentukan karakter putra-putri Anda bersama MDT Darul Qurro, tempat di mana fondasi tauhid ditanamkan secara kokoh dan tradisi luhur senantiasa dijaga.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *