MAKKAH – Kementerian Haji (Kemenhaj) Republik Indonesia sukses menggelar acara Pembinaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Tingkat Nasional di Kota Makkah pada Senin, 21 Dzulhijjah 1447 Hijriah, atau bertepatan dengan 8 Juni 2026. Menghadirkan Direktur Bina Haji Reguler Kemenhaj RI, Dr. H. Afif Mundzir sebagai narasumber utama, acara strategis ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sekaligus merumuskan sinergi dan kebijakan baru untuk penyelenggaraan musim haji mendatang.
Dalam forum pembinaan tersebut, Dr. Afif Mundzir menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh KBIHU yang dinilai berperan nyata dalam menyukseskan operasional haji tahun ini. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Kemenhaj kini memposisikan KBIHU sebagai Mitra Utama pemerintah. Sebagai langkah konkret pada tahun 2027 nanti, kepanitiaan dan narasumber bimbingan manasik akan diisi langsung oleh kolaborasi unsur Kemenhaj dan KBIHU. Sejalan dengan kebijakan tersebut, pemerintah akan secara aktif mendorong seluruh calon jemaah haji untuk mendaftarkan diri dan mengikuti bimbingan melalui lembaga KBIHU.
Turut hadir menyimak langsung arahan strategis tersebut, Pembimbing Ibadah KBIHU Darul Qurra, Ustadz H. Muhammad Nuzur, Lc., M.Pd.I. Beliau mencatat adanya instruksi standarisasi materi manasik terbaru dari Kemenhaj yang wajib diterapkan oleh setiap lembaga. Materi tersebut meliputi pemahaman skema Murur dan Tanazul, pelaksanaan Tarwiyah yang akan diakomodasi tanpa membedakan latar belakang ormas, hingga penegasan aturan Raudhah terkait tasrih dan nusuk. Selain itu, regulasi baru menetapkan pembayaran DAM hanya sah dilakukan di Adahi atau lembaga resmi di Indonesia (bukan lewat mukimin), peniadaan layanan badal haji resmi agar KBIHU tidak berorientasi profit, serta sistem grouping kloter yang akan diplot jauh hari demi efisiensi penempatan hotel dan program Tanazul di Mina.
Menyikapi deretan pembaruan kebijakan operasional tersebut, Ketua Yayasan Darul Qurro, Ust. Dr. H. Abdillah, Lc., M.H.I., memberikan respons yang sangat positif dan menegaskan kesiapan penuh lembaganya. “Kepercayaan dari pemerintah yang menjadikan KBIHU sebagai mitra utama adalah sebuah amanah besar. Darul Qurra sangat siap untuk menyelaraskan seluruh kurikulum manasik sesuai arahan Kemenhaj. Komitmen utama kami adalah membekali jemaah dengan pemahaman regulasi terbaru secara utuh, sehingga mereka dapat beribadah dengan mandiri, sah sesuai syariat, dan tertib mematuhi aturan pemerintah yang berlaku,” tegas beliau.
Momentum pembinaan komprehensif di Makkah ini semakin mengukuhkan semangat KBIHU Darul Qurra untuk terus berinovasi dalam mengawal dan melayani para dhuyufurrahman. Sinergi yang semakin erat dengan pemerintah menjadi landasan kokoh bagi kami untuk terus menghadirkan bimbingan ibadah paripurna yang edukatif, amanah, dan terstruktur. Darul Qurra senantiasa memantapkan langkah dan dedikasinya untuk menjadi KBIHU terbaik dengan pelayan terbaik di Tanah Air. Percayakan segala persiapan dan bimbingan perjalanan suci Anda bersama Darul Qurra, karena kenyamanan serta kesempurnaan ibadah Anda adalah prioritas dan amanah yang paling kami junjung tinggi.
